Kamis, 01 Mei 2014

Divergent Indonesia - BAB 3

Divergent BAB 3

Aku terbangun dengan telapak tangan basah dan serangan rasa bersalah di dada. Aku berbaring di kursi di ruangan penuh cermin. Saat aku memiringkan kepala ke belakang, kulihat ada Tori di belakangku. Ia menggigit bibir dan mencabut elektroda dari kepala kami. Aku menunggunya mengatakan sesuatu tentang tes ini—tesnya sudah selesai, atau aku mengerjakan tesnya dengan baik, walau entah apa ukuran bahwa aku bisa melakukan tes ini dengan baik?—tapi, ia tak berkata apa-apa. Ia cuma menarik kabel-kabel dari dahiku.

Divergent Indonesia - BAB 2

Divergent BAB 2

Tesnya mulai setelah makan siang. Kami semua duduk di meja panjang di kafetaria dan para penguji akan memanggil sepuluh nama sekaligus. Masing-masing menempati satu ruang pengujian. Aku duduk di samping Caleb. Di seberangku ada tetangga kami, Susan.

Divergent Indonesia - BAB 1

Divergent BAB 1

Ada sebuah cermin di rumahku. Letaknya di belakang panel geser di koridor tangga. Faksi kami memberiku izin untuk berdiri di hadapan cermin itu pada hari kedua setiap tiga bulan. Hari ketika ibu memotong rambutku.